KASIH ALAM

Islam itu indah. Tidak usa berebut yang paling benar, atau yang paling surga. Karena surga hanya milik orang yang berislam sempurna, beriman dan betakwa bukan milik satu sekte tertentu. Terlebih mengecap sebagai ahli neraka, mendeklarasikan kekafiran saudarnya, mensyirikkan amaliyahnya padahal di dalam amal tersebut hatinya hanya medekap Allah, dan hanya tertuju pada Allah yang Agung.

Lakukan apapun selagi semua ada dalil, atau bisa dikembalikan pada dalil. Jangan menyalahkan satu sama lain karena itu hanya akan melahirkan permusuhan dan memperuncing konflik. Biarkan saudara kita dengan keyakinannya atas pendapat ulama yang diikutinya. Berjenggot atau tidak, cingkrang atau tidak, qunut atau tidak, bergamis atau berbatik, khimar dengan cadar atau hanya bergamis saja, tahlilan atau tidak, apapun itu muamalahnya, hormati selagi ada dalil atau yang dapat dikembalikan pada dalil. Imam Syafi'i banyak perbedaan dengan gurunya yang 'Aliim imam Malik RA. Namun, diluar perbedaan itu mereka tetap seorang guru dan murid. Saling mendoakan satu sama lain. Menghormati pendapatnya. Tidak semerta-merta saling menyalahkan, karena gengsi keilmuan. Mereka tetap saling merangkul dan mencintai karena Allah. Bukan saling membenci dan menjatuhkan.

Islam itu keras pada musuh dan kasih sayang pada sesama baik islam maupun diluarnya, karena nilai kebaikan universal yang diajarkan Tuhan. Khilafiyyah itu wajar, karena ia adalah sunnatullah, Allah menciptakan semua ciptaan dengan jutaan karakteristik yang berbeda, itu bukti keagungan-Nya. Dan kita dianjurkan untuk mempelajari setiap karakteristik dan setiap perbedaan itu untuk kita jadikan data dan kita olah sebagai keluasan wawasan agar lebih bijak dalam menindak dan mensikapi sesuatu. Maka benarlah ungkapan penyair pesisir bahwa "Perbedaan diciptakan untuk dipelajari, bukan untuk dimusuhi".

Berpolitik pun demikan. Sangat dianjurkan. Bagaimana bisa baik tatanan dunia ini jika orang-orang baik hanya diam, dan dunia dipimpin oleh orang-orang buruk. Nabi berpolitik, piagam madinah dirumuskannya sebagai salah satu bagian sistem dari kepemimpinannya yang adil. Karena politik adalah instrumen seorang khalifatullah (manusia) dalam menjalankan amanah nya untuk kestabilan dunia.

Kita diciptakan dan diamanati oleh-Nya tempat tinggal yang nyata (bumi). Kita pula diperintah untuk menjaga kestabilannya dari kerusakan yang dilahirkan oleh ketamakan dan kerakusan serta sifat-sifat syaitoniyyah yang dapat menjadikan pertumpah darahan.

Jika semua manusia lupa untuk saling mencintai dan mengasihi, maka ketamakan, kerakusan, amarah, kebencian, dendam akan selalu menyelimuti hati. Dan kedamaian hanya akan menjadi MIMPI.

Jalan Tuhan adalah jalan cinta kasih. Bukan jalan kebencian dan ego diri.

Wallohu A'lam
_______________

Catatan: Agus Syairofi

Komentar